18.5.11

New Musium tsunami Aceh 2011


Pengunjung dapat melihat pameran foto kejadian Tsunami
26 Desember 2004. Seorang anak kecil memperhatikan
foto kejadian Tsunami dimana foto tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda Aceh
dan masyarakat dari seluruh dunia.
Photograph by: Novrizal

Setiap ada kesempatan mengunjungi musium saya menyempatkan diri untuk menikmati dan belajar akan sejarah, seperti kata orang bijak dengan mengingat sejarah maka kita akan menjadi orang yang lebih baik. setiap pembelajaran walaupun itu langsung terhadap kita ataupun secara tidak langsung Tsunami yang melanda Aceh mempunyai beribu satu makna, kenangan dan yang pasti seharusnya menjadi kita menjadi lebih  berprikemanusiaan dan membantu sesama.

Musium yang megah yang menjadi ikon Banda Aceh bukan untuk menjadi daya tarik wisata tanpa makna tetapi harus disikapi secara bijak dengan ratusan ribu korban nyawa serta penderitaan secara fisik dan mental tetapi apakah Aceh sekarang menjadi lebih baik berbenah? dalam beberapa faktor memang menjadi lebih baik tetapi untuk beberapa faktor lainnya tetap menjadi lebih buruk.
Musium Tsunami merupakan saksi bisu bagi para generasi muda, bisakah mereka paham 5 - 10 tahun kedepan bagaimana pedihnya dan sakitnya penderitaan korban Tsunami, kehilangan nyawa, saudara dan harta benda serta goncangan jiwa yang mungkin akan dilupakan pada 2-3 generasi yang akan datang. Apakah tujuan para pengunjung saat ini dengan memasuki musium Tsunami? hanya ingin melihat keindahan bangunan gedung yang megah?  apakah masa yang akan datang dengan dana perawatan yang minim dan pengelolaan profesional gedung musium Tsunami akan menjadi seperti cerita bvanyak musium di Indonesia? bisakah pemerintah mengelola secara profesional tanpa menjadikan musium seperti bangunan mati tanpa perasaan?
Semuanya akan dijawab oleh pemerintah Aceh dengan tidak menjadikan Musium tsunami Aceh sebagai "proyek" dalam jangka waktu beberapa tahun ataupun puluhan tahun kedepan. Mari kita bersama memberikan nyawa bagi Musium Tsunami Aceh untuk menjadi daya tarik sebagai tempat belajar sejarah dan mengenang para korban Tsunami semoga para generasi yang akan datang dapat belajar dan lebih siaga menghadapi bencana Tsunami dan Gempa.

satu jam dalam Musium Tsunami Aceh ( mei 2011)
mengapa satu jam? karena hanya satu jam waktu yang dihabiskan untuk melihat semua isi musium tsunami. pada saat masuk kita akan melewati tempat penjualan ticket (saat ini gratis) untuk menonton bioskop 4 dimensi, setelah melewati tempat pengambilan ticket  kita akan melihat sebuah helikopter yang telah hancur setelah dihantam tsunami (Heli ini dahulu mencoba lepas landas di daerah Lingke, sebelum sempat naik mengudara langsung terkena hantaman Tsunami), setelah itu kita akan masuk dari lantai dasar dan terus menuju Lorong Tsunami dimana sebuah lorong gelap ( cahaya remang-remang) dengan air yang mengalir dari dinding di kiri kanan lorong dan setelahnya kita akan masuk memorial Hall dimana kita dapat melihat gambar tsunami secara visual di layar televisi (tersedia banyak mungkin sampai 10 unit) dan dilanjutkan menuju sumur doa bagi para korban Tsunami Aceh, didindingnya terpasang kurang lebih seribu nama dan jika kita melihat keatas pada ujung cerobong akan terlihat tulisan Allah yang menerangi ruangan di sumur doa.
Cahaya pada ujung cerobong bertuliskan lafadz Allah SWT

Sumur Doa. kurang lebih seribu nama yang terpasang didinding dalam sumur doa.

dari lantai dasar kita akan berputar dari pinggiran sumur doa atau yang diberi nama lorong kebingungan ( jalan berputar diibaratkan orang yang berlarian kebingungan sebelum dan setelah Tsunami. Setelah melewati lorong kebingungan dan akan naik jembatan menuju lantai dua, seorang petugas keamanan menyebutkan jembatan perdamaian, dari jembatan tersebut kita dapat melihat ruangan lobby dimana terdapat batu bulat bertuliskan nama negara yang telah membantu pembangunan Aceh paska gempa dan Tsunami serta di rangkaian atap gedung terpasang berbagai macam bendera negara yang telah membantu dalam masa rekontruksi dan rehabilitasi Aceh.

tampak bendera di rangkaian atap musium Tsunami, dilihat dari lorong kebingungan

lantai 2 berisi rekaman kejadian tsunami dimulai dari ruangan Audio Visual kita dapat melihat pemutaran film peristiwa gempa dan tsunami Aceh serta pameran foto dan dan gambar peristiwa Tsunami dan Gempa.
setelah itu kita dapat menuju lantai 3 dimana kita dapat menjumpai media pembelajaran berupa bahan bacaan , Pustaka  dan alat peraga juga disini kita dapat menonton media 4 dimensi ( harus antri ticket).

alat peraga untuk melihat percobaan goncangan  gempa dan struktur bangunan

para pengunjung berputar di sekitar kolam (lobby) dimana terdapat prasasti berbentuk batu bulat bertuliskan nama
negara yang membantu Aceh sebelum memasuki
Musium Tsunami ( masuk musium melalui lantai dasar)

Tempat pengambilan tiket ( saat ini masih promosi tiket gratis untuk menonton bioskop 4 dimensi di lantai 3 musium Tsunami). masuk musium saat ini juga tidak bayar.

pengumuman jam buka Musium ( hari Jumat libur)
 Musium hanya buka senin - minggu dan hanya pagi sampai sore hari. malam tutup


maket musim Tsunami, saat ini Restoran dan Cafe telah selesai, hanya belum ada pengelolanya.
dapat dilihat di lantai paling atas dapat diakses oleh pengunjung, tetapi saat ini akses menuju lantai paling atas (lantai 4 ) masih tertutup.

All Photograph by: Novrizal

1 komentar:

  1. asik banyak fotonya bikin semangat untuk datang ke Banda Aceh dan lihat musium Tsunami. semoga bermanfaat bagi masyarakat banyak

    BalasHapus

Ukuran 460 x 122 pixel Komunitas Blogger Aceh