28.12.10

Punk Aceh? satu jam bersama Punk Aceh


Komunitas Punk


Punk Aceh? sering kali masyarakat bertanya, siapa mereka? apa yang mereka lakukan? 
akhirnya saya berinisistif mewawancarai komunitas Punk di kota Banda Aceh, khususnya yang sering berada di seputaran taman Blang Padang. sambil santai duduk menikmati secangkir kopi saya berjumpa dengan
Boi seorang Punk yang telah berada di kota Banda Aceh selama kurang lebih lima bulan. sebelumnya Boi tinggal di Bireun selama 2 tahun dan aslinya berasal dari Bogor.
diawal pembicaraan Boi mengatakan bahwa Punk anti media sehingga berharap pembicaraan tersebut tidak dipublikasikan ke koran, dan saya mengiyakan karena saya akan menulis di Blog sebagai bentuk idealis saya (berita bukan pesanan kaum politisi). dari sisi Punk di kota Banda Aceh mereka adalah orang yang menginginkan kebebasan tetapi bukan dalam bentuk anarki, merusak ataupun menggangu masyarakat. 
Punk for Aceh

NA: sudah berapa lama komunitas Punk di Aceh?
Boi: sudah lama dari sekitar tahun 1996 dan sampai sekarang
NA:berapa jumlah anggota yang tergabung dalam komunitas?
Boi: tidak ada data karena kami lebih sebagai komunitas underground, yang diperlukan adalah kekompakan dan wadah untuk mengepresikan diri.
NA: kegiatan anda?
Boi: saya bekerja bermain musik (alat musik gitar) dan melakukan kerja sablon.
NA:harapan anda untuk masa depan? 
Boi: komunitas Punk semakin berkembang dan diterima oleh masyarakat.
NA: bagaimana tanggapan masyarakat terhadap komunitas Punk?
Boi: beragam, ada yang biasa saja, keheranan, mencibir dan sebagainya.
NA: bagaimana jika aanggota Punk melakukan tindakan yang menggangu masyarakat dan kepentingan umum? saya memberi contoh jika terdapat anggota Punk yang melakukan pemerasan terhadap anak sekolah?
Boi: secara komunitas akan diboikot ataupun disingkirkan, tidak diterima lagi di dalam komunitas, karena akan memberikan tanggapan negatif oleh masyarakat terhadap komunitas Punk.
NA: dari mana pendanaan komunitas Punk?
Boi: kami melakukan pengumpulan dana dari masing-masing anggota Punk untuk membuat acara atau kegiatan sosial bagi masyarakat, contohnya penggalangan dana terhadap masyarakat korban gempa mentawai .
NA: jika ada anggota komunitas Punk yang butuh pengobatan?
Boi: karena kami adalah komunitas sosial maka dana tersebut akan kami sumbangkan kami anggota Punk yang membutuhkan bantuan.
NA: ada rencana untuk membuat kegiatan dalam waktu dekat?
Boi: kami berencana membuat kegiatan musik di kota Banda Aceh Punk for Aceh dengan mengundang komunitas Punk dari daerah lainnya di Sumatera.
NA: kalian sering berkumpul di lapangan Blang Padang, apakah diperbolehkan?
Boi: kami berkumpul disini (atau disebut skenan) tempat komunitas bertukar pikiran dan juga kami tetap menjaga kebersihan selama kami mampu.
NA: ada isu bahwa tempat ini kotor karena komunitas Punk?
Boi: kami komunitas Punk tetap punya rasa jijik dan ingin bersih khususnya di kamar mandi, tetapi kami tidak sanggup membersihkan karena ada yang lain mengotori kamar mandi umum di lapangan blang padang.
NA: bagaimana sosialisasi Punk kepada masyarakat?
Boi: kami melakukan kegiatan sosial, membuat karya seni seperti samblon emblem dan menjualnya sampai kedaerah lain seperti kota Sigli dan Bireun juga Sabang. kegiatan ini juga untuk sosialisasi bahwa Punk bukan anarkis dan merusak atau mengganggu kenyamanan masyarakat.
NA: Apakah ada anggota Punk yang mempunyai usaha tetap?
Boi: ada yang mempunyai usaha tetap seperti seni kerajinan dan usaha kayu.
NA: apakah pernah terjadi keributan?
Boi: ada keributan dan itu terjadi karena mereka menggangu pihak kami seperti kawan kami yang pernah dikeroyok oleh komunitas motor, maka kami juga berhak untuk membela diri.
NA: apa keinginan Punk agar diterima oleh masyarakat?
Boi: kami ingin mewujudkan bahwa kami adalah gerakan yang tidak ingin dipublikasikan, tanpa spanduk dengan tulisan kami PUNK, tampilan kami adalah style kami bahwa kami Punk, walaupun perjalan masih panjang untuk membesarkan Punk Aceh sebagai komunitas tanpa kekerasan. jika ada yang bertindak melewati batas atau kejahatan maka kembali kepada individual masing-masing, resiko ditanggung sendiri.
NA: bentuk Punk adalah idealis. apakah komunitas menerima saran yang membangun?
Boi: tentu kami juga menerima masukan dari orang lain selama membangun dalam bentuk diskusi, tetapi kami lebih menyukai orang yang menyingkir melihat kami agar kami dapat menjelaskan siapa kami dan apa yang kami lakukan.
lalu datang teman Boi pada saat wawancara , berasal dari Medan, Juanda.
J: dari media mana?
NA: saya bukan dari media, saya hanya blogger yang idealis, menuliskan tentang kota Banda Aceh, sisi positif dan Negatif adalah terserah yang membacanya.
J: kami Punk anti media kami tidak suka jika kami dipublikasikan.
NA: hak kebebasan berpendapat, menulis dan melepaskan ide juga hak semua orang.
J: foto - foto untuk apa?
NA: sebagai koleksi saya.
lalu J dan temannya permisis untuk bekerja ada angkutan ada order mengangkut barang rumah pindahan.
setelah menghabiskan kopi Boi berjanji untuk mengundang saya jika acaranya jadi dilaksanakan.
pertanyaan terakhir
NA: apakah kalian melakukan coretan dinding? 
Boi: kami tidak melakukannya, grafiti kami lebih kepada usaha sablon dan dijual kembali kepada masyarakat.
NA: apakah ada ketua Punk Aceh?
Boi: kami komunitas yang sejajar tanpa pimpinan, juga ada masalah internal sehingga kami terpecah komunitas di lapangan Blang padang dan yang ditaman sari.
Punk For Aceh
nyanyian masa depan

Pendapat masyarakat:
YS: didaerah lain anak Punk suka buat keributan, dan identik dengan narkoba. tetapi untuk di Banda Aceh  belum ada gangguan, belum pernah diperas ataupun tindak kejahatan lainnya yang saya rasakan.
RN: aneh saja melihat mereka, apa yang mereka lakukan ya? darimana mereka dapat duit untuk makan?
sedikit tambahan : Sejarah Punk (sumber : www.wikipedia.org/wiki/punk )
Punk merupakan sub-budaya yang lahir di LondonInggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial danpolitik.
Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologisosial dan bahkan masalah agama.

Punk Indonesia
Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti JakartaBandungSurabayaYogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebutdistro.
CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi's,AdidasNikeCalvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.

7 komentar:

  1. Assalamualaikum ..salam kenal bang Novrizal dari saya yang la belajar bikin blog http://nawripus.blogspot.com..Aceh kan uda syariat islam bang.. jadi anak punk diaceh jg harus ..kalo ga salah dijakarta aja ana punk muslim..

    BalasHapus
  2. saya ferdhy aceh tamiang,

    bagi saya mereka (PUNK CHILD)aman aman aja bahkan saya suka dengan kehidupan sosiaL MEREKA,hanya saja mereka jarang mandi,jadi terkesan agak jorok aja,di kaca mata masyarakat.trims

    BalasHapus
  3. @Dirman: sebenarnya ada beberapa komunitas Punk di kota Banda Aceh, khusus yang saya wawancara (Blang Padang) mereka tidak menerima perempuan karena "gimana mau Punk jika rambutnya tertutup jibbab, jadi kami komunitas yang hanya laki-laki saja". @ Ferdhy : sebenarnya mereka juga butuh penghargaan dan yang terpenting saling menghargai dan memberikan masukan bisa dalam bentuk diskusi ataupun mengajak mereka dalam kegiatan sosial. intinya jangan mengkambinghitamkan sesuatu tanpa memberikan solusi yang bermanfaat.

    BalasHapus
  4. @Dirman, coba cari template untuk magazine yang pakai 3 kolom. banyak yang free, nanti hasil tampilannya lebih baik. selamat ngeblog.

    BalasHapus
  5. Mungkin masayarakat kita belum terbiasa melihat penampilan anak punk ,dengan rambut mohawk warna warni dan asesoris rantai lainnya .
    Menurut saya punk itu suatu komunitas seni ,jadi tidak perlu dibasmi ,kenapa pemerintah tidak membasmi hal2 lain yang menyangkut ketahanan seperti masalah kejahatan dan lain sebagainya

    BalasHapus

Ukuran 460 x 122 pixel Komunitas Blogger Aceh