4.12.10

coklat Aceh? organic dan Fairtrade ? rasakan nikmatnya coklat Fermentasi

ditulis: Novrizal.
Photo: Novrizal

Coklat AcEH
coklat untuk uji cita rasa....the best coklat fermentasi

Coklat?
Mau? Enak? Pasti semua suka coklat? Coklat penuh dengan perdebatan dimana beberapa pakar mengatakan baik bagi kesehatan dan beberapa pakar lainnya mengatakan tidak baik bagi kesehatan. Disini saya tidak mau berdebat apakag coklat baik atau tidak baik, secara umum coklat sangat digemari khususnya oleh para orang Eropa dan Amerika.
Saat ini saya akan membahas coklat yang anda lihat gambarnya diatas. Ummmh nikmatnya….coklat tersebut masih belum dijual dipasaran. Ini adalah coklat tester  (saya mengatakan seperti itu). Coklat ini terbuat dari biji kakao yang diolah menjadi liquor dan pasta. Lihat penjelasannya pada web ICCO. http://www. icco.org menjelaskan bagaimana cara membuat coklat.
BEBERAPA CONTOH SAMPLE COKLAT DARI TIGA KABUPATEN
Saya berkesempatan melakukan uji rasa (tester)
coklat terbaru yang telah diolah dari biji coklat dari 3 kabupaten yaitu Pidie, Aceh Utara dan Aceh Timur. Untuk cita rasa..?????? ummhhh yummi. Ketiganya sangat enakkkkkk. Coklat – coklat ini masih masih agak terasa pahitnya beda dengan yang dijual dipasaran karena kandungan kakaonya masih tinggi 60 – 70 %. Dilidah kita orang Indonesia masih belum biasa tetapi coklat-coklat seperti ini sangat digemari oleh masyarakat Eropa dan Amerika.
Coklat ini dibuat dalam bermacam contoh dan cetakan, yang dikhususkan disini dalam uji cita rasa adalah biji kakao yang digunakan adalah biji kakao fermentasi. Mengapa fermentasi? Biji kakao yang difermentasi meningkatkan cita rasa kakao sehingga rasa dan bau khas biji kakao akan sangat kuat dan rasa yang tertinggal di langit- langit mulut sebagai rasa pahit khas coklat akan tertinggal. Hanya satu kata untuk biji kakao fermentasi….mantap.
Saat ini saya belum mengeluarkan hasil karena ini masih merupakan uji rasa pertama, masih sedikit rahasia. Coklat ini dihasilkan dari contoh biji fermentasi yang telah dikeringkan dan dilakukan pengolahan secara mekanis sehingga menghasilkan produk coklat dari ketiga kabupaten. Proyek ini (mendapatkan biji kakao fermentasi) untuk peningkatan harga pada level petani dalam program Aceh Economic Development Financing Facility (AEDFF). Program cacao Value chain atau Indonesianya Rantai Nilai Kakao dijalankan oleh AAA-Keumang sebagai salah satu SiE yang mendapatkan mandat dari EDFF untuk menjalankan program peningkatan ekonomi Aceh dan mengentaskan kemiskinan. Dana program AEDFF didanani oleh World Bank www.acehprov.go.id dan www.aceh-edff.org (untuk informasi EDFF).
Kembali kepada coklat fermentasi saya berharap secepatnya akan tersedia di pasaran Banda Aceh dan Aceh secara umum dan eksport adalah target terbesar. Coklat dengan citarasa fermentasi sangat menggairahkan dan tidak kalah dengan coklat produk Ghana ataupun coklat jadi dari Eropa dan Amerika. Kita tunggu produk coklat ini hadir ditengah kita.
Sedikit informasi akhir, unggulan biji kakao ini yang menjadi incaran pasar dunia adalah sertifikasi organic dan fairtrade yang akan menjadi label khusus. Secara umum organic seperti kita ketahui adalah label yang mengikuti standart organic yang telah ditetapkan. Secara international ada beberapa standart seperti EEC - EU (European Union), NOP (USDA America), Jas (Japan Association standard) dan lainnya. Badan sertifikasi secara international IMO (international Marketocology Organization), NASAA, dan lainnya. Secara kualitas produk organic diharapkan berkualitas lebih baik dan lebih tinggi sehingga akan mendapatkan tambahan harga ataupun premium price. Sedangkan sertifikasi fairtrade (perdagangan adil) adalah sertifikasi yang dikeluarkan oleh suatu lembaga/atau badan sertifikasi kepada suatu kelompok/lembaga tani agar mendapatkan pengakuan tentang system dan manajemen yang dijalankan oleh kelompok dan individu petani itu sendiri. Secara prinsip fairtrade memegang  dasar kriteria wajib yaitu: 1. Persamaan hak setiap anggota, 2. Manajemen transparan dan bertanggung jawab , 3. Tidak menggunakan tenaga kerja anak dan perbudakan. Serifikasi Fairtrade juga akan mendapatkan tambahan harga di atas harga rata-rata pasaran dunia (tergantung perjanjian dan pasaran harga dunia) secara umum tambahan harga atau Premium price ditambahkan sebagai kompensasi telah mentatai kaedah kriteria yang telah ditetapkan oleh badan sertifikasi seperti FLO-Cert , Germany dan IMO Fair for Life sertifikat.
Dengan mendapatkan sertifikat – sertifikat diatas petani kakao akan sangat terbantu untuk mendapatkan hasil penjualan biji kakao mereka sehingga secara ekonomi biji kakao yang pahit akan memberikan rasa manis pada ekonomi petani kakao. Sehingga saya dan kita berharap para petani kakao akan tersenyum bahagia merasakan perbaikan ekonomi dan berkata: “ biji kakao tidak sepahit rasanya”. Semoga.

1 komentar:

  1. Nanya donk, sekarang udah dipasarkan belum ya produk coklat ini? trus sekalian nanya, produk coklat aceh merk Cado itu industrinya dimana ya??
    makasih yaaaa

    BalasHapus

Ukuran 460 x 122 pixel Komunitas Blogger Aceh