29.11.10

Banda Aceh kota, tujuan Mancing Mania

Mancing Mania
by : Novrizal Aceh
photo : NZL





pemancing berdiri diatas jembatan ulhe lheu ( NZL)
Memancing merupakan suatu kegiatan yang sangat menyenangkan dan sangat menarik untuk dilakukan. Setiap pemancingan memacu adrenalin bagi si pelaku. Memancing sebagai kebutuhan dasar hidup dilakukan oleh para pemancing yang menjadikan kegiatan tersebut sebagai pekerjaan (fisherman) untuk penghasilan mereka. Nelayan yang menggunakan alat pancing sangat traditional khususnya untuk wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Nelayan ini biasa disebut nelayan tradisional. Nelayan dengan menggunakan teknik pemancingan biasanya adalah nelayan perseorangan berbeda dengan kapal tangkap pukat yang berjumlah pulahan orang dan dengan menggunakan kapal modern. Pemancingan yang dilakukan oleh amatir dan professional biasanya menggunakan bantuan para nelayan pancing ini. Pemancingan oleh para pencinta olah raga ini biasanya terbagi 3, yaitu pemancingan pinggir, pemancingan tebing, pemancingan laut (menggunakan kapal), pemancingan  Untuk kawasan Kota Banda Aceh para pemancing biasanya berangkat dari pelabuhan ikan (lampulo, ulhe lheu) dan desa nelayan (Deah Teungoh, Alue Naga) untuk wilayah Aceh Besar Area pemancingan terbagi dua yaitu jika musim timur pada daerah pantai barat kecamatan Lhoknga dan seterusnya maka imigrasi ikan dan arus air serta angina sangat bersahabat pada area ini (September – Februari) sedangkan pada bulan Maret sampai Agustus biasanya akan terjadi sebaliknya area pemancing yang sangat baik adalah area Pantai Timur, Krueng raya dan seterusnya walaupun saat ini dengan perubahan musim yang tidak dapat diprediksi dengan baik oleh nelayan tradisional telah terjadi banyak perubahan sehingga biasanya pantai barat bulan September maka saat ini bergeser pada bulan November.
Nelayan Alue Naga dengan metode penangkapan menggunakan jaring


kapal nelayan pada lokasi ulhe lheu, nampak latar belakang gunung berapi Seulawah
Dengan  Pemancingan dari area Lhoknga (Lhoknga spot) biasanya para pemancing melakukan penyewaan Boat dari kawasan Lhoknga, Leupung dan Lampuuk. Spot area Lhoknga adalah sebuah kecamatan yang mempunyai pasar ikan dan perkampungan nelayan. Pada saat Tsunami  Desember 2004 Lhoknga termasuk area yang terkena Tsunami sampai dengan ketinggian air 32 meter (penelitian ilmuan Jepang). Saat ini setelah 5 tahun Tsunami area ini masih merupan spot yang menarik untuk melakukan kegiatan pemancingan dari pinggir pantai, pinggir tebing ataupun dari perahu nelayan di tengah laut. Area Lhoknga mempunyai banyak spot pemancingan dari ikan GT (giant travelli), ikan karang  Geurape (gerapu) kakap, ikan Rambeu (snapper) dan ikan besar seperti Tenggiri, Layaran (Merlin) dan Hiu. Dari kawasan pinggir pantai sampai batas ZEE perairan Lhoknga merupakan area memancing bagi Nelayan Traditional, pemancing amatir dan professional serta alat penangkapan ikan Modern. Saat ini yang perlu diperhatikan adalah pelestarian dan menjamin kelangsungan hidup banyak spesies ikan sehingga laut akan terus memberikan manfaat kepada kita semua Umat Manusia.
Nelayan ikan Lampulo sedang
 menaikkan ikan Hiu (photo: NZL)
hasi tangkapan ikan , secara umum ikan karang kerapu banyak terdapat pada area perairan pantai barat
pemancingan area Ulhe Lheu baik
 untuk memburu ikan  Tenggiri (photo: NZL)

2 komentar:

  1. mancing sampai pagi....

    BalasHapus
  2. Tujuan berikutnya di "Wisata Temajok" Paloh Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat..

    BalasHapus

Ukuran 460 x 122 pixel Komunitas Blogger Aceh